cara beternak cacing sutera

Cacing sutra hidup secara menggerombol didasar perairan yang airnya mengalir secara tenang dan kaya akan bahan organik.

Tubuhnya ada yang berwarna merah namun ada pula yang berwarna putih.

Cacing ini banyak ditangkap untuk digunakan sebagai pakan ikan hias. Selain diperoleh dengan cara ditangkap, cacing sutra juga dapat diperoleh dengan cara diternakkan.

Berikut ini adalah proses untuk beternak cacing sutra :

  1. Sediakanlah bak yang terbuat dari tanah ataupun semen dengan luas 1,5m2 yang akan digunakan sebagai wadah pemeliharaan.
  2. Setelah bak siap, segera lapisi bagian dasar bak dengan menggunakan karung goni yang pada bagian atasnya ditaburi dengan campuran kotoran ayam dan kulit kacang – kacangan. Perbandingan jumlah antara kedua bahan ini adalah 2 : 1. Lapisan ini dapat dibuat hingga menjadi beberapa lapis disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Isi bak dengan air yang berasal dari saluran irigasi atau sawah yang mengandung banyak benih cacing. Air dibuat mengalir dengan pelan dan tenang. Diamkan selama 2 minggu !
  4. Dua minggu kemudian lakukan pengecekan terhadap keberadaan benih – benih cacing sutra didasar bak pemeliharaan !
  5. Cacing – cacing yang sudah tumbuh berkembang dapat segera dipanen dengan menggunakan serok.

Cacing yang sudah ditangkap segera dicuci dan direndam dengan menggunakan air bersih. Cacing sutra tersebut juga dapat dikeringkan dan disimpan dengan menggunakan kemasan kantung plastik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s